[Short Story] Inception ! Beginner ver.

Hari ini hari Minggu. Hari ini aku telah memanjakan diriku untuk berjalan-jalan bersama sahabat-sahabatku. Mencoba kuliner-kuliner pasar Santa dan blok S hingga kami sangat kekenyangan. Waktu sudah menujukkan jam tiga sore. Kami memutuskan untuk menonton film baru yang dirilis hari ini yaitu Harry Potter ke – 5. Kekuatan magis yang sangat luar biasa dan berandai-andai jika sihir itu memang ada. Tapi, itu semua hanya fiktif belaka. Akhirnya, teringat olehku bahwa belum mengerjakan tugas untuk hari esok. Aku menyalakan musikku agar aku tidak mengantuk saat mengerjakan tugas. Tugas ekonomi yang menyusahkan, aku pun memutuskan untuk mengerjakan esok pagi di kelas dan menyontek teman yang sudah mengerjakan. Aku memutuskan untuk menyalakan televisi dan membuka program HBO yang menyiarkan film Spiderman.

Tak sadar, tiba-tiba alarm jamku berbunyi menunjukkan pukul lima pagi dan televisi pun mati. Aku bergegas ke kamar mandi, lalu menyiapkan sarapan pagi hingga memakai seragam sekolah. Pagi yang cerah ketika aku akan berangkat ke sekolah, aku makan roti dengan segelas teh sambil melihat sosial media hari ini. Aku melihat setiap artikel serta aku pun menyempatkan untuk mencari akun sosial milik teman perempuanku. Aku ingin mengirim pesan padanya, tapi aku tak kunjung memberanikan diri, aku pindah bolak-balik antar kursi. Lalu, hati ini berusaha untuk menekan tombol kirim tapi sinyalku tiba-tiba hilang seketika. Karena, sinyalku hilang, aku putuskan untuk berangkat ke sekolah dengan sepeda.

Dalam perjalanan, aku mengunjungi rumah sahabatku yang bernama Rian. Sebelum melanjutkan perjalanan, aku dan Rian seakan punya kontak mata yang mengajak bertanding balapan ke sekolah. Ketika pertandingan berlangsung, ada anjing mengejarku dari belakang, ia pun lari sangat kencang, tak sadar aku pun menambah kecepatan sepedaku. Di sela-sela anjing mengejarku, temanku memanggilku “Eka, kemana ? sekolahnya kelewatan !”. Aku mengerem sepeda dan berbalik bahwa tidak ada anjing yang mengejarku.

Di tengah-tengah pelajaran sejarah, aku mengumpat untuk makan bekal yang dibuat oleh ibu di rumah. Ketika aku ingin makan, pujaan hatiku menawarkan dirinya untuk menyuapkan bekal tersebut. Rasanya nikmat sekali disuapin oleh perempuan yang aku kagumi selama dua tahun ini.  Dunia itu terasa milik berdua ketika sedang jatuh cinta, ia pun berkata “enak, disuapin ? aku membalas ucapannya “Iya, enak !”. Aku memejamkan mata, disuapin seperti anak bayi, tetapi saat aku membuka mata, tetiba perempuan tersebut raut wajahnya menjadi tua  dan berkumis. Aku sangat kaget yang menyuapi  ternyata adalah guru sejarah dan langsung membanting meja hingga bekalku terjatuh.

Bel istirahat berbunyi. Kemudian, aku dengan temanku Joni mengambil kain pel dan sapu yang terletak di depan ruang office boy untuk membersihkan bekalku yang terjatuh. Teman-temanku ada yang menyalakan musik dengan speaker dengan suara yang cukup keras, aku pun langsung memainkan gitar dan cewe yang bernama Rita, ia pun bernyanyi riang,  kita bernyanyi ria dan ada yang bersorak ketika kita menyanyi. Selesai bernyanyi, ada salah satu fans yang melempar botol ke kepalaku. Ternyata, aku tersadar bahwa belum mengepel lantai dan sibuk dengan tongkat sapu seperti gitar serta microphone. Bel istirahat usai, lalu dengan sigap dan cepat aku membeli tisu banyak di kantin serta balik ke kelas, untuk membersihkan lantai tersebut dengan cepat. Setelah itu, aku mengganti seragam sekolah dengan kaos olahraga.

Pelajaran olahraga dimulai, kami turun dari lantai tiga menuju lapangan. Sebelum turun, kami tidak lupa untuk membawa bola futsal untuk bermain di lapangan sebelum guru datang. Kami melakukan suit untuk membagi tim menjadi dua. Kemudian, kami bertanding, cewe-cewe pun meneriaki  “Ayo !!!  Kalahkan mereka !!! Serang balik !!! ” dan menyemangati kami bermain. Suasana stadium terasa di liga inggris, permainan cepat dan pertahanan yang cukup kuat. Aku pun ikut terbawa suasana hingga aku mendapat umpan dari temanku, melewati satu per satu hingga tiba depan gawang, aku pun menendang bola dengan sangat kencang dan GOOOLLLL !!!! Aku merayakan selebrasi gol bersama teman-teman. Terdengar olehku bahwa ada yang menyaut dari belakang lalu suara itu makin mendekat hingga seseorang menepuk pundakku, lalu ia berkata “ Eh, eka ! Itu guru olahraga, muka beliau kena tuh sama tendangan kamu barusan ! ”. Aku tercengang, “ Eh, kirain tadi jebolin gawang ternyata ………, ups ”.

Beliau pun memaafkan atas perlakuanku yang menendang bola sangat kencang tadi. Beliau memberi instruksi untuk lari dalam tiga putaran di luar sekolah dan mengelilingi sekolah. Kami pun lari, cowo-cowo mengadakan balapan lari. Aku ikut bertanding. Kami kejar-kejaran satu sama lain. Selesai lari, aku sangat lelah hingga berbaring di lapangan sambil berkata kepada temanku “ Andaikan, ada yang membawakan minuman dingin saat terik matahari ini. Tiba-tiba ada yang melemparkan botol ke badanku “ Nikmat sekali airnya !” Aku pun terbangun, tiba-tiba mereka menertawakanku hingga aku bingung “ Eh, ada apa nih ?” Teman sebelahku bilang bahwa air yang diminum olehku adalah air kolam. Aku langsung memuntahkan air yang baru saja tertelan dan mengambil aqua yang asli.  Tak lama kemudian, hujan pun turun rintik-rintik, tapi kami masih tak menghiraukan, tiba-tiba datang deras hingga aku terpelest dan botol aqua yang belum tertutup itu jatuh ke mukaku. Aku pun terbangun ternyata aku disiram setengah ember yang berisikan air. Ternyata tadi semua itu mimpi, tapi mimpi di dalam mimpi. “Wow, sungguh luar biasa”, ucapku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s